Udah lama ga update artikel di blog saya ini,
karena banyaknya kesibukan admin di dunia nyata.baru sekarang sempet nulis
artikel lagi. Kali ini saya mau mengajak pembaca untuk membasah topik dibidang
perikanan budidaya air tawar. Sudah pada taukan umumnya masyarakat indonesia
khususnya para petani ikan, bukan petani jangkrik atau petani sayuran ya, ntar
yang dibayangin malah petani sayur atau petani sawit, jelas ga balance ntar
kan...hehehe
Petani ikan atau disebut pembudidaya ikan umumnya
kan jenis ikan yang dibudidayakan ikan nili, lele, patin, bawal dan gurami. Diantara
bermacam-macam jenis ikan budidaya, kita akan ngomongin tentang budidaya ikan
lele. Kenapa lele? Karena ikan ini selain banyak penggemarnya, maksudnya banyak
yang suka makannya karena cita rasanya yang gurih, juga karena tehnik atau cara
budidayanya yang ada perkembangan.
Emang apa sih perkembangan tehnik budidaya ikan
lele? Sudah pada tau? Atau sudah menerapkannya?atau sudah mendengarnya? Tentu sudah
kan? Mengenai budidaya lele sistem bioflok? Dengan menggunakan sistem ini,
produksi lele dapat digenjot menjadi berlipat-lipat. Hal ini dikarenakan budidaya
lele sistem bioflok menggunakan padat tebar tinggi. Dulunya kolam ukuran 1 m2
bisanya Cuma diisi 200 ekor saja, tetapi dengan menggunakan sistem bioflok bisa
menjadi 1000-2000 ekor / m2.
Budidaya
lele sistem bioflok Mitos atau fakta?
Sampai saat ini masih banyak yang meragukan
kebenaran budidaya lele sistem bioflok. Ketika anda seraching di google dengan
keyword “budidaya lele sistem bioflok” akan banyak sekali artikel dan video
yang mengulas dan menempilkan teknologi budidaya lele sistem bioflok. Kemudian bagi
yang tidak tau, lantas berfikir, ah ini hanya rekayasa, mungkin hasil editan
photoshop dan sejenisnya. Mungkin itu setingan, ketika akan didokumentasikan
kolam telah diisi penuh oleh ikan yang beli dipasar. Tapi coba anda baca di
website salah satu kelompok tani “tani Madani” yang terdapat di Desa Petaling
Jaya. Disana anda akan menemukan salah satu artikel yang berjudul “KelompokTani Madani Desa Petaling Jaya Terapkan Budidaya Lele Sistem Bioflok”.
![]() |
| Sumber: www.tanimadani.com |
Pada artikel tersebut, anda akan mengetahui bahwa
memang budidaya lele sistem bioflok ini bukan hanya sekedar mitos dan isapan
jempol belaka. Hanya saja karena masih banyak para petani ikan dan masyarakat yang
belum mengetahuinya, sehingga ketika mengetahui dalam 1 m2 bisa diisi ikan
1000-2000 ekor, hal tersebut menjadi mustahil dan diluar logika dan pemahaman
serta pengetahuan mereka. Yang jelas intinya begini, ilmu perikanan, bukanlah
ilmu pasti seperti matematika. Jika matematika dari zaman purbakala pun, 1 + 1
= 2, tapi kalau ilmu perikanan 1 + 1 bisa saja 2 atau bahkan tiga. Hal itu
dikarenakan dunia perikanan selalu berkembang ilmu-ilmu terapannya. Bagaimana menurut
anda?


0 Komentar